
Kemarin, pas ngobrol santai sehabis makan siang di sebuah warung, masih sambil nitili kerupuk dan menghabiskan teh yang tersisa, tiba-tiba saja terdengar jerit seorang wanita dari luar warung.
“aaaawwww!!”
kontan semua yang ada di dalam menoleh, ada apa gerangan?.
“ada apa bu?” tanyaku pada ibu penjual
” itu lho, ada kucing ketabrak motor”
aku menoleh ke tengah jalan, terlihat kucing kecil tergeletak, darah berceceran, masih ada sedikit gerakan, kejet-kejet alias sekarat.
Beberapa detik berlalu, dari semua orang yang ada hanya terdiam, sock mungkin. gak tau gimana, reflex aja aku melompat dari tempat duduk, keluar, menuju tengah jalan. untung jalan tidak terlalu ramai, ada beberapa kendaraan yang mau lewat, langsung kuberi aba-aba agar memelankan lajunya, meghindari sang kucing yang kejet-kejet .
Dari jauh tadi hanya kelihatan kucing itu sekarat, tapi sekarang setelah aku mendekat pemandangannya lebih tragis. Sepertinya batok kepalanya pecah, matanya melotot mau keluar, darah keluar dari lukanya. ahhh, aku bukan seorang yang tega melihat pemandangan seperti ini, tapi sepertinya semua orang hanya melongo.
OK, ini harus segera di selesaikan, segera saja aku minta tas plastik dari warung, kumasukkan bangkai itu ke plastik, dan minta tolong orang sekitar untuk segera menguburkannya kalau kucing itu sudah benar-benar mati.
Sudah selesai. aku kembali ke warung, diantara bisik-bisik orang-orang disekitar menyumpahi sang pelaku tabrak lari, aku mendengar isak tangis.
” hik, kasian sekali, si puss mati ketabrak motor” Seorang gadis kecil terisak sedih.
Ada apa dengan kucing. ketika seekor kucing mati ketabrak motor, seorang gadis menangis. ketika seorang manusia mati, ada keluarga yang menangisi kepergiannya.
Diantara piring sisa makan tadi ada sesobek koran kemarin, ditemukan mayat tidak beridentitas membusuk di selokan. adakah yang menangis?
Kadangkala aku juga mau nangis kalo lihat ada berita semacam itu, tapi kok seperti gak pantes gitu. emang tuh orang siapa?, masmu?, adikmu? keluargamu ato kerabatmu?. gengsi ah. masak cowok nangis. nagisin apa? berita kriminal. duh, gak mutu banget.
nangis sekarang ini nampaknya sudah jadi barang yang mahal. kalaupun ada orang yang nangis, itupun minta bayaran, nangis sekarang laku dijual di sinetron-sniteron di film-film.
hmmmhhh, ruwet. aku gak mampu mikir lagi. tulisan ini mau dibawa kemana?
au ah.
gelap.
Landy said,
March 18, 2008 @ 2:46 pm
Aku terharu, alangkan bahagianya masih ada orang seperti kamu